Bekerja keras itu penting. Tetapi menemukan faktor yang membuat kerja keras menghasilkan lebih banyak, bisa menjadi jauh lebih penting.

Ada sesuatu yang dapat membuat satu usaha memberikan hasil yang lebih besar.
Bukan selalu dengan bekerja lebih lama.
Bukan pula sekadar menambah kesibukan.
Kadang yang perlu dicari justru adalah faktor pengalinya.
Mengapa Faktor Kali?
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering melihat orang yang sama-sama bekerja keras, tetapi hasil yang diperoleh bisa sangat berbeda.
Ada yang menambah jam kerja untuk mendapatkan penghasilan lebih besar.
Ada pula yang mencari cara agar usaha, waktu, pengalaman, jaringan, dan teknologi yang sudah dimilikinya dapat menghasilkan lebih banyak.
Pertanyaannya bukan hanya: “Seberapa keras kita bekerja?”
Tetapi juga:
“Apa yang bisa membuat hasil dari kerja kita menjadi lebih besar?”
Itulah gagasan sederhana di balik Faktor Kali.
Mengapa Saya Kembali Mempelajari Network Marketing?
Saya bukan orang baru di dunia network marketing.
Saya pernah menjalankannya cukup lama. Bahkan dulu saya pernah membantu membangun sistem web support untuk bisnis yang saya jalankan bersama tim.
Namun perjalanan waktu membuat saya melihat dunia bisnis sudah banyak berubah.
Teknologi berubah. Cara orang mencari informasi berubah. Cara orang berkomunikasi berubah. Dan tentu saja, cara menjalankan network marketing pun ikut berubah.
Saya juga melihat banyak orang tidak berhasil, bahkan mengalami kerugian, ketika menjalankannya dengan cara-cara lama.
Jadi, kalau saya kembali mempelajari dunia ini, pertanyaan saya bukan “bisnis apa yang paling hebat?”
Pertanyaan saya adalah: “Apa yang sekarang sudah berubah?”
Dunia Sudah Berubah
Hari ini seseorang bisa mengenal sebuah produk tanpa pernah bertemu dengan penjualnya.
Orang bisa mempelajari sebuah bisnis melalui internet sebelum berbicara langsung dengan sponsornya.
Presentasi, edukasi, komunikasi, follow-up, bahkan training dapat dibantu oleh teknologi.
Artinya, seseorang yang ingin membangun bisnis tidak harus selalu mengandalkan cara-cara lama.
Tetapi teknologi saja tidak cukup.
Tetap diperlukan produk yang baik, sistem bisnis yang menarik untuk dipelajari, dan support yang membantu orang menjalankannya.
Mengapa BIMA Menarik Perhatian Saya?
Ketika kembali mempelajari network marketing, saya tidak langsung mencari perusahaan untuk diikuti.
Saya mencoba melihat beberapa hal terlebih dahulu.
Dan yang tidak kalah penting:
Apakah semua itu masuk akal untuk dipelajari dan dijalankan dalam kondisi sekarang?
Dari proses itulah saya mulai tertarik mempelajari BIMA Indonesia lebih jauh.
Semakin saya mempelajarinya, ada tiga hal yang terutama menarik perhatian saya.
3 Pilar yang Membuat BIMA Berbeda
1. Produk yang Bagus
Bisnis tetap membutuhkan sesuatu yang nyata untuk dibawa ke pasar.
BIMA memiliki produk yang menjangkau beberapa bidang kebutuhan. Bagi saya, produk bukan sekadar pelengkap sebuah marketing plan. Produk adalah salah satu fondasi bisnis itu sendiri.
Saya ingin melihat apa produknya, bagaimana posisinya, dan mengapa produk tersebut menarik untuk dipasarkan.
2. Marketing Plan yang Jenius
Produk yang bagus saja belum cukup.
Cara sebuah bisnis dikembangkan juga menentukan apakah bisnis tersebut menarik untuk dipelajari dan dijalankan.
Marketing plan BIMA menjadi salah satu bagian yang membuat saya melihat lebih jauh bagaimana sebuah jaringan dapat dibangun dan berkembang.
→ Pelajari Marketing Plan BIMA
3. DSS yang Canggih
Inilah bagian yang menurut saya sangat menarik ketika melihat bagaimana network marketing dapat dijalankan dengan bantuan teknologi saat ini.
BIMA didukung oleh Digital Support System (DSS) yang membantu proses presentasi, pembelajaran, dan berbagai aktivitas pendukung bisnis.
DSS juga dilengkapi teknologi AI dan digunakan secara personal melalui UserID masing-masing.
Yang menarik, DSS dapat digunakan secara gratis sejak seseorang masih dalam tahap mempelajari peluang BIMA.
Artinya, Anda tidak harus menjadi member terlebih dahulu hanya untuk melihat dan mempelajari sistemnya.
Ketiganya Bekerja Bersama
Bagi saya, kekuatannya bukan terletak pada satu bagian saja.
Produk yang bagus memberi sesuatu yang dapat dibawa ke pasar.
Marketing plan yang jenius memberi sistem untuk mengembangkan bisnis.
DSS yang canggih membantu kita mempelajari dan menjalankannya.
Ketika ketiganya bekerja bersama, saya mulai melihat cara menjalankan network marketing yang berbeda dengan cara-cara lama yang pernah saya kenal.
Itulah yang membuat BIMA layak saya pelajari lebih jauh.
Saya Tidak Meminta Anda Langsung Percaya
Saya tahu bahwa informasi tentang bisnis sering kali membuat orang berhati-hati.
Dan menurut saya, itu justru hal yang baik.
Saya tidak ingin Anda sekadar percaya karena saya mengatakan sesuatu.
Pelajari.
Pahami.
Tanyakan.
Kemudian buat keputusan Anda sendiri.
Saya pun melakukan hal yang sama ketika mulai mempelajarinya kembali.
Karena itu, Faktor Kali bukan saya buat untuk memaksa siapa pun mengambil keputusan.
Saya hanya ingin berbagi apa yang sedang saya pelajari dan memberi jalan bagi siapa pun yang ingin melihat informasinya lebih lengkap.
Kalau Anda Ingin Melihat Lebih Jauh
Jika setelah membaca sampai di sini Anda merasa BIMA layak dipelajari lebih lanjut, langkah berikutnya sebenarnya sederhana.
Anda bisa membuat akun DSS gratis terlebih dahulu.
Dengan akun tersebut, Anda dapat masuk ke sistem dan mempelajari materi yang tersedia, termasuk presentasi, rekaman webinar, informasi perusahaan, produk, marketing plan, dan berbagai materi pendukung lainnya.
Tidak ada kewajiban untuk langsung upgrade menjadi member hanya karena Anda membuat akun DSS.
Sudah ingin mempelajari lebih lengkap?
Belum Siap Membuat Akun?
Tidak masalah.
Mungkin Anda masih ingin mengenal bisnisnya terlebih dahulu atau melihat bagaimana sistem support-nya bekerja.
Silakan lanjutkan dari bagian yang paling ingin Anda pahami:
Atau jika Anda hanya ingin melihat presentasi DSS terlebih dahulu:
Tidak perlu terburu-buru.
Kenali. Pahami. Tanyakan. Kemudian putuskan sendiri.
Faktor Kali
Sebuah catatan dari Pak Mufli tentang bisnis, pengalaman, pembelajaran, dan berbagai hal yang saya temukan dalam perjalanan mencari cara agar kerja keras dapat menghasilkan lebih banyak.

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.